Sabtu, 17 Februari 2018

BEGAL PENGEN NGAJI

BEGAL PENGEN NGAJI


Sudah menjadi jadwal rutin-nya Uwa Haji Ndin ( kakak dari ibu saya ) mengaji kepada Abuya Uci Trutusi di cilongok tangerang banten pada malam jumat.
Ketika perjalanan pulang Cilongok – Keronjo, tepatnya di daerah Mauk, Si Uwa yang mengendarai sepeda motor dipepet oleh 2 motor yang ditunggangi oleh para pembegal, Uwa kemudian diberi pilihan yang sama sekali tidak menguntungkan; motor atau nyawa. Uwa saya langsung memberikan motornya, namun sialnya, ia tetap dibacok dengan samurai sebanyak 4 sampai 5 kali hingga mengabkibatkan helm yang ia gunakan hancur parah
Namun Alhamdulillah tidak ada luka di bagian kepala dan bagian manapun atas izin dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala
Akhirnya Uwa saya menemukan mobil yang lewat, kemudian langsung menumpang untuk pulang dengan tangan kosong.
Tanpa motor, juga tanpa kitab-kitab yang ia pelajari di Cilongok


Setelah melapor polisi, ia iseng-iseng kembali ke jalan tempat ia dibegal. Ia langsung terkejut karena motor masih utuh di TKP, yang hilang justru adalah kitab yang ia punya, kurang lebih tiga atau empat kitab yang Uwa punya hilang.


Uwa kemudian menyimpulkan kejadian ini sambil bergurau, bahwa pembegal itu hanya ingin mengaji tapi tidak tahu kitab apa yang bagus untuk dikaji, belinya dimana, juga tidak punya uang untuk membeli.


Kita doakan semoga si begal kitab itu menjadi santri yang mempunyai bakat dalam membegal ilmu ilmu yang bermanfaat.


Begal aja ngaji masa kita engga 😊


Sudah menjadi jadwal rutin-nya Uwa Haji Ndin ( kakak dari ibu saya ) mengaji kepada Abuya Uci Trutusi di cilongok tangerang banten pada malam jumat.
Ketika perjalanan pulang Cilongok – Keronjo, tepatnya di daerah Mauk, Si Uwa yang mengendarai sepeda motor dipepet oleh 2 motor yang ditunggangi oleh para pembegal, Uwa kemudian diberi pilihan yang sama sekali tidak menguntungkan; motor atau nyawa. Uwa saya langsung memberikan motornya, namun sialnya, ia tetap dibacok dengan samurai sebanyak 4 sampai 5 kali hingga mengakibatkan helm yang ia gunakan hancur parah
Namun Alhamdulillah tidak ada luka di bagian kepala dan bagian manapun atas izin dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala
Akhirnya Uwa saya menemukan mobil yang lewat, kemudian langsung menumpang untuk pulang dengan tangan kosong.
Tanpa motor, juga tanpa kitab-kitab yang ia pelajari di Cilongok


Setelah melapor polisi, ia iseng-iseng kembali ke jalan tempat ia dibegal. Ia langsung terkejut karena motor masih utuh di TKP, yang hilang justru adalah kitab yang ia punya, kurang lebih tiga atau empat kitab yang ia punya hilang.


Ia kemudian menyimpulkan kejadian ini sambil bergurau, bahwa pembegal itu hanya ingin mengaji tapi tidak tahu kitab apa yang bagus untuk dikaji, belinya dimana, juga tidak punya uang untuk membeli.


Kita doakan semoga si begal kitab itu menjadi santri yang mempunyai bakat dalam membegal ilmu ilmu yang bermanfaat.


Begal aja ngaji masa kita engga 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar